Lintas suararakyat .com – Ulim – 19 September 2026 -Di tengah perputaran sang Kala yang terus bergerak tanpa henti, masyarakat Gampong Meunasah Bueng, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie Jaya, sejenak menghentikan derak rutinitas duniawi pada Sabtu, 19 September 2026. Mereka berkumpul dalam satu simpul eksistensial yang sama: merayakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Perayaan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah ruang refleksi untuk menyelami kembali makna kesadaran dan keteladanan
hubungkan yang Jauh, Menyatukan yang Ada
Ruang dan jarak acap kali menjadi sekat dalam kehidupan manusia. Namun, dalam ruang perayaan ini, sekat-sekat tersebut meluruh. Kehadiran para penceramah seperti Tgk. Al-Bukhari, jajaran Perangkat Desa, Tuha Peut, hingga Panitia Maulid menjadi manifestasi dari tanggung jawab sosial yang saling bertautan.
Menariknya, denyut perayaan ini juga dirawat oleh mereka yang berada di kejauhan — masyarakat perantauan. Fenomena ini menegaskan sebuah kesadaran ontologis bahwa jarak fisik tidak pernah benar-benar memisahkan keterikatan batin dan akar spiritualitas seseorang. Ketiadaan fisik terbayar oleh komitmen moral untuk tetap hadir dalam bentuk kontribusi dan doa.
Silaturahmi dan Berbagi: Nilai Ekologis Kehidupan
Di bawah naungan tenda sederhan yang memayungi warga dari terik matahari, tercipta lanskap interaksi yang hangat. Duduk berdampingan, bertepuk sapa, dan bertukar cerita adalah wujud nyata dari pencarian keharmonisan sosial.
Pembagian bingkisan makanan kepada para tamu dan warga pun membawa pesan tersendiri. Berbagi bukan sekadar pemindahan materi, melainkan wujud simbolis dari pengakuan atas keberadaan sesama. Dalam setiap bungkusan yang berpindah tangan, ada pemaknaan bahwa kebaikan senantiasa menemukan jalannya untuk mengalir dan menghidupi spirit kebersamaan. RR








