Iklan Assyifa Teknologi Nusantara
Iklan Assyifa Teknologi Nusantara

Lautan Kebersamaan Warga Mideun Geudong: Gotong Royong Menyambut Puncak Maulid Nabi SAW dan Panggung Dakwah Abiya Jeunieb

banner 120x600
Lintas suara Rakyat .com . MIDEUN GEUDONG 28 September 2026– Deru semangat kebersamaan dan aura spiritualitas kental terasa di kawasan Meunasah Mideun Geudong kec.Samalanga kab.Bireun . Menjelang puncak peringatan Maulid Baginda Rasulullah SAW yang jatuh pada Selasa malam, 29 September 2026, seluruh elemen masyarakat bahu-membahu menuntaskan berbagai persiapan akhir agar syiar Islam tersebut berjalan khidmat dan berkesan.
Sejak beberapa hari terakhir, suasana meunasah tak pernah sepi dari aktivitas. Pemuda gampong yang tergabung dalam panitia pelaksana bersama para tokoh masyarakat bergotong royong membersihkan seluruh sudut lokasi acara. Tak hanya itu, ketangkasan warga juga terlihat saat mendirikan panggung utama dakwah—merakit rangka besi, menyusun papan lantai, hingga memasang tenda dan dekorasi bunga yang megah untuk menyambut malam penuh berkah.
Puncak perayaan Maulid Nabi tahun ini dipastikan bakal menyedot perhatian umat. Panitia menghadirkan pendakwah terkemuka, Abiya Jeunieb (Tgk. Muhammad Yusuf), sebagai penceramah tunggal yang akan menyampaikan pesan-pesan menyejukkan hati dan pencerahan rohani bagi jamaah.
Kelancaran dan kemegahan perhelatan ini lahir dari sinergi yang luar biasa. Di bawah kepemimpinan Keuchik Fakhruddin, dukungan solid para pemuda gampong sebagai garda depan panitia berpadu harmonis dengan kepedulian para donatur. Secara khusus, apresiasi mengalir deras bagi warga asli Mideun Geudong yang saat ini merantau di Malaysia, yang turut mengulurkan bantuan anggaran demi suksesnya acara tanah kelahiran mereka.
Tak kalah menarik, tradisi kebersamaan warga juga diwarnai dengan rangkaian kenduri kebudayaan yang melimpah. Pada malam persiapan, suasana kian hangat saat panitia menyembelih kambing untuk persediaan keanduri. Memasuki Senin malam, warga berkumpul menikmati jamuan makan bersama hidangan daging kibas (domba). Keceriaan kuliner berlanjut hingga hari Selasa, di mana panitia menyajikan hidangan istimewa daging sapi (lembu) khusus untuk seluruh masyarakat Mideun Geudong.
Setelah menuntaskan seluruh prosesi kenduri dan makan bersama pada sore hari, warga menyempatkan diri beristirahat sejenak untuk melepaskan lelah. Saat malam tiba, masyarakat siap menyambut kedatangan sang pendakwah dengan penuh rasa takzim dan menghadiri malam Dakwah Islamiyah hingga tuntas dalam suasana kehangatan persaudaraan. RR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link